Tentang Mu, Guru Kecil Kami
Saat melihat dokumentasi kegiatannya di dua pertemuan terakhir, ada perasaan haru yang muncul..
Tangannya memang masih terlihat gemetar saat menulis, meronce, menyusun gelas menjadi piramida,
Kakinya memang belum bisa melompat dengan tinggi,
Bicaranya memang belum jelas seperti anak pada usianya,
Membuka buku pelajaran dia memang belum mau,
Tapi semua itu bukan menjadi fokus utama,
Aa telah hebat dimata kami,
Aa telah mengalami banyak perubahan,
Dan dia telah menjadi juara atas segala perubahan dalam dirinya di fase perkembangannya dengan segala kelebihan yang harus dilaluinya.
Apa yang lebih indah saat anak yang selalu mengambil barang sesuka hati, sekarang selalu bertanya terlebih dahulu bolehkah dia meminjam barang yang dia mau..
Apa yang lebih membahagiakan saat anak yang selalu menghindar saat diminta melakukan sesuatu yang dirasa cukup sulit baginya, namun sekarang dia mengatakan "saya tidak bisa". Bukan hanya mengatakan "saya tidak bisa" namun dia memperlihatkan bahwa saya ingin bisa..
Apa yang lebih menentramkan hati saat dia yang selalu "menyuruh" kami melakukan keinginannya dengan bahasa non verbal bahkan ditambah rengekan, sekarang dia mengucapkan "tolong" saat meminta kami melakukan keinginannya..
Dia yang selalu minta dipegang tangannya saat naik/turun tangga, sekarang sudah bisa berjalan sendiri..
Dia yang selalu asik dengan dunia imajinasi otak kanannya sekarang mau berbagi imajinasinya..
Dia yang selalu marah saat ada yang tidak sesuai dengan keinginannya, sekarang mau menerima dan kembali berbaur..
Dia yang selalu banyak alasan untuk mengikuti arahan saat senam otak, sekarang dengan senang hati mau melakukan beberapa gerakan..
Dia yang saat diawal pertemuan pernah menangis karena tidak didampingi orangtua saat bimbingan, sekarang selalu masuk kelas sendiri dengan wajah berseri..
Anak yang hebat bukan dia yang telah bisa melakukan "segala hal" dengan baik dan sempurna tapi dia yang berhasil menaklukan setiap fase yang tidak memberdayakan,, terlihat sederhana namun memberi warna, terlihat tak bermakna namun luar biasa..
Proses ini tentu belum selesai, masih banyak yang perlu kita pelajari ya Aa, mari kita terus belajar, mari kita terus menjadi pembelajar, bukan hanya Aa tapi kita semua..
Terima Kasih Ya Allah..
Tangannya memang masih terlihat gemetar saat menulis, meronce, menyusun gelas menjadi piramida,
Kakinya memang belum bisa melompat dengan tinggi,
Bicaranya memang belum jelas seperti anak pada usianya,
Membuka buku pelajaran dia memang belum mau,
Tapi semua itu bukan menjadi fokus utama,
Aa telah hebat dimata kami,
Aa telah mengalami banyak perubahan,
Dan dia telah menjadi juara atas segala perubahan dalam dirinya di fase perkembangannya dengan segala kelebihan yang harus dilaluinya.
Apa yang lebih indah saat anak yang selalu mengambil barang sesuka hati, sekarang selalu bertanya terlebih dahulu bolehkah dia meminjam barang yang dia mau..
Apa yang lebih membahagiakan saat anak yang selalu menghindar saat diminta melakukan sesuatu yang dirasa cukup sulit baginya, namun sekarang dia mengatakan "saya tidak bisa". Bukan hanya mengatakan "saya tidak bisa" namun dia memperlihatkan bahwa saya ingin bisa..
Apa yang lebih menentramkan hati saat dia yang selalu "menyuruh" kami melakukan keinginannya dengan bahasa non verbal bahkan ditambah rengekan, sekarang dia mengucapkan "tolong" saat meminta kami melakukan keinginannya..
Dia yang selalu minta dipegang tangannya saat naik/turun tangga, sekarang sudah bisa berjalan sendiri..
Dia yang selalu asik dengan dunia imajinasi otak kanannya sekarang mau berbagi imajinasinya..
Dia yang selalu marah saat ada yang tidak sesuai dengan keinginannya, sekarang mau menerima dan kembali berbaur..
Dia yang selalu banyak alasan untuk mengikuti arahan saat senam otak, sekarang dengan senang hati mau melakukan beberapa gerakan..
Dia yang saat diawal pertemuan pernah menangis karena tidak didampingi orangtua saat bimbingan, sekarang selalu masuk kelas sendiri dengan wajah berseri..
Anak yang hebat bukan dia yang telah bisa melakukan "segala hal" dengan baik dan sempurna tapi dia yang berhasil menaklukan setiap fase yang tidak memberdayakan,, terlihat sederhana namun memberi warna, terlihat tak bermakna namun luar biasa..
Proses ini tentu belum selesai, masih banyak yang perlu kita pelajari ya Aa, mari kita terus belajar, mari kita terus menjadi pembelajar, bukan hanya Aa tapi kita semua..
Terima Kasih Ya Allah..
Komentar
Posting Komentar