Misi baru (2018)
Ketika menemukan suatu hal yang baru dan saya meyakini ada hal yang salah yang perlu saya ketahui benang merahnya,,
Saat menyadarinya, saya teringat pola yang terjadi dimana ini semua bermula..
Ada kekalutan yang terjadi pada hati. Saya merasa akan menempuh sebuah perjalanan baru, sebuah misi telah menunggu untuk diselesaikan..
Ditahun-tahun sebelumnya saya tidak menyadari akan hal ini, jadi saya bisa menjalaninya dengan mengikuti arus skenario Tuhan tanpa kesadaran..
Layaknya sebuah perjalanan di LIMOSIN yang selalu menemukan tantangan yang terus meningkat disetiap episodenya, saya pun merasa akan mengalami hal yang sama pada misi yang harus saya selesaikan ini..
Semua perasaan bercampur aduk,, lagi dan lagi,, saya ingin mengibarkan bendera putih..
Tapi, bukankah itu berarti saya seorang pecundang, saya gagal bahkan sebelum mencoba..
Setelah yang terjadi selama 3 tahun kebelakang yang mengantarkan saya untuk terus melakukan regresi pada masa lalu saya.. Saya paham saya mulai berubah, namun tetap saja rasa takut itu tetap ada..
Mengatur napas, menyadari irama detak jantung yang sedang bekerja, dan mengucap lirih
"Ya Allah, ini kasih sayang Mu. Saya akan belajar untuk terus berkembang sesuai visi yang saya ajukan pada Mu,, ijinkan saya menyiapkan diri memahami yang sedang dan yang akan terjadi.. Dan bila saya tersandung, saya yakin, sangat yakin Engkau akan membantu diri ini bangkit dan meneruskan perjalanan, apapun yang terjadi, kesalahan yang disengaja atau tidak, itu semua dari diri ini yang lemah, dan semua keberhasilan yang akan terjadi semua karena kasih sayang yang Engkau curahkan.. Ya Allah, Bismillah, akan saya coba selesaikan laporan misi sebelumnya yang telah berakhir episodenya, dan menyiapkan diri untuk menjalankan misi selanjutnya. Temani Ya Allah"
Saat menyadarinya, saya teringat pola yang terjadi dimana ini semua bermula..
Ada kekalutan yang terjadi pada hati. Saya merasa akan menempuh sebuah perjalanan baru, sebuah misi telah menunggu untuk diselesaikan..
Ditahun-tahun sebelumnya saya tidak menyadari akan hal ini, jadi saya bisa menjalaninya dengan mengikuti arus skenario Tuhan tanpa kesadaran..
Layaknya sebuah perjalanan di LIMOSIN yang selalu menemukan tantangan yang terus meningkat disetiap episodenya, saya pun merasa akan mengalami hal yang sama pada misi yang harus saya selesaikan ini..
Semua perasaan bercampur aduk,, lagi dan lagi,, saya ingin mengibarkan bendera putih..
Tapi, bukankah itu berarti saya seorang pecundang, saya gagal bahkan sebelum mencoba..
Setelah yang terjadi selama 3 tahun kebelakang yang mengantarkan saya untuk terus melakukan regresi pada masa lalu saya.. Saya paham saya mulai berubah, namun tetap saja rasa takut itu tetap ada..
Mengatur napas, menyadari irama detak jantung yang sedang bekerja, dan mengucap lirih
"Ya Allah, ini kasih sayang Mu. Saya akan belajar untuk terus berkembang sesuai visi yang saya ajukan pada Mu,, ijinkan saya menyiapkan diri memahami yang sedang dan yang akan terjadi.. Dan bila saya tersandung, saya yakin, sangat yakin Engkau akan membantu diri ini bangkit dan meneruskan perjalanan, apapun yang terjadi, kesalahan yang disengaja atau tidak, itu semua dari diri ini yang lemah, dan semua keberhasilan yang akan terjadi semua karena kasih sayang yang Engkau curahkan.. Ya Allah, Bismillah, akan saya coba selesaikan laporan misi sebelumnya yang telah berakhir episodenya, dan menyiapkan diri untuk menjalankan misi selanjutnya. Temani Ya Allah"
Komentar
Posting Komentar