Saat Allah Sayang

11 Juli 2018
Hari ini (kalo rencana) sebagai manusia harusnya saya bersama team dan para agent (sebutan bagi peserta LIMOSIN) sedang menikmati langit malam yang cantik dimana begitu banyak bintang bertebaran ditambah angin malam pun mendukung, menyapa dengan sangat bersahabat, kemudian ada rencana menikmati sunrise dan sunset bersama..

Itu rencana kami, bahkan sampai hari Rabu,  04 Juli 2018 15.00 rencana itu begitu sempurna kami rangkai lengkap dengan LIMOSIN Camp activity dan tepat di hari yang sama di hari Rabu,  04 Juli 2018 ba'da ashar saat breafing team memutuskan meng-cancel kegiatan, bukan tanpa alasan,  bahkan cukup berat untuk mengambil keputusan ini,  dimana saya pribadi benar-benar meneteskan air mata. Bukan tidak menerima takdir Tuhan, saat keputusan diambil secara otomatis bayangan calon Agent bermunculan, mereka yang telah antusias menunggu kegiatan ini bahkan sampai ada yang menangis memilih berlibur bersama kami daripada berlibur dengan keluarganya keluar kota, perasaan bahagia mereka yang lebih memberatkan,  sehingga kami tidak ingin mereka kecewa. 

Namun,  apa daya,  Tuhan telah menuntun dengan sangat jelas bahwa kami harus meng-cancel LIMOSIN,  saat itu benar-benar hanya berusaha untuk menerima dan membiarkan Tuhan untuk menjelaskan apa rencana-Nya yang sebenarnya.. 

Apa yang terjadi.?? 

Hari itu kami berencana akan briefing LIMOSIN di pagi hari, namun teman satu team memiliki agenda bersama keluarganya,  hingga bisa kekantor menjelang siang.. 

Siang, ketika jam istirahat,  teman saya dulu yang shalat (bergantian)  karena setelahnya dia akan langsung mencari makan siang (mengefektifkan waktu agar bisa langsung briefing). Setelah tiba giliran saya yang shalat,  saat wudhu ada yang janggal saat akan membasuh tangan dimana saya melihat bintik yang tidak biasa (melihat bentuknya seperti cacar) namun saya hiraukan,  hingga setelah shalat kembali saya perhatikan tangan saya, mulai ada keraguan untuk tidak meyakini bahwa itu cacar,  namun lagi-lagi saya memilih untuk positive thinking. 

Setelah teman menyelesaikan makan siangnya dia menghampiri saya di meja saya,  kami berbicang-bincang mengenai LIMOSIN sembari menunggu owner selesai makan. Saya yang tadinya tidak akan menceritakan mengenai c bintik merah di tangan (demi jaga-jaga)  akhirnya saya perlihatkan juga lah "ini sih buat jaga-jaga aja ya,  akupun ga yakin, ini kaya cacar deh soalnya zia juga kemarin bentuknya persis sama" kata saya membari memperlihatkan ci bintik merah.  Dibalik rasa ragu-ragu akhirnya saya foto c bintik merah dan mengirimnya ke kakak saya. 
Tidak berapa lama owner datang pamit untuk pulang terlebih dahulu.

Karena owner ternyata pulang dulu, akhirnya saya +.temen memutuskan untuk menyempurnakan rundown kegiatan lengkap sampai mendetail + penjelasan alur cerita. Ditengah-tengah diskusi sebuah chat masuk dari kaka yang menjelaskan bahwa c bintik merah itu benar-benar cacar dan saya diminta bedrest,  merasa masih baik-baik saja,  saya berpikir saya bisa menahannya untuk tidak menyebar,  namun tidak berapa lama saya mulai demam, itupun saya berpikir efek perut kosong karena memang sedang shaum,  namun karena tubuh memberikan sinyal dengan jelas bahwa dia sedang tidak baik-baik saja akhirnya saya memutuskan untuk membatalkan shaum. Karena merasa kondisi tubuh masih normal, kami tetap melanjutkan diskusi tanpa terpengaruh kondisi saya.

Diskusi selesai, kami menghubungi owner untuk mengkonfirmasi bahwa team akan briefing, pukul setengah tiga lebih owner tiba di kantor,  ini tidak memungkinkan kami untuk briefing karena waktu akan mendekati ashar. 

Akhirnya saat tiba waktu shalat ashar,  saat saya berwudhu saya temukan c bintik merah di daerah pinggul,  ini sudah masuk lampu oranye dimana saya harus memutuskan tinggal di rumah sementara sebelum kegiatan LIMOSIN berlangsung. Yang tahu ini pertama kali tentu teman saya itu.  Hingga kami memutuskan untuk segera briefing. 

Diawal briefing masih sempat team membahas persiapan LIMOSIN secara umum,  hingga akhirnya masuk membahas rundown (inti kegiatan)  team mempertimbangkan untuk memberi tahu keadaan saya terlebih dahulu "kayanya saya kena cacar deh,  ada bintik merah ditangan,  baru tau tadi pas dzuhur,  udah di tanyain ke kaka dan dibenarkan itu cacar dan tadi pas wudhu udah nambah lagi bintik merahnya" -hening sekejap- owner tanya apa yang akan saya lakukan dan saya menjawab saya akan tinggal dulu dirumah (tidak masuk ke kantor untuk sementara waktu) akhirnya terjadilah diskusi yang cukup bikin dag dig dug.  Hingga keputusan pun dibuat yaitu kegiatan di CANCEL..

Maafkan

Komentar

Postingan Populer